Metode Ivy Lee: Rutinitas Harian untuk Produktivitas Tertinggi - Berbagi Optimis

Terbaru

Search Bar

Kamis, 16 Mei 2019

Metode Ivy Lee: Rutinitas Harian untuk Produktivitas Tertinggi

Cara meningkatkan produktivitas - Ada cukup banyak strategi produktivitas yang bisa Anda gunakan. Selain metode Kontak Eisenhower, 15 menit Trollope dan metode Warren Buffet, Anda juga bisa menyimak bagaimana strategi menarik dari Ivy Lee yang disampaikan kepada Charles M. Schwab.

Charles M. Schwab merupakan salah satu orang terkaya di dunia, pada tahun 1918. Saat itu, Schwab merupakan presiden dari perusahaan pembuat kapal terbesar dan produsen baja terbesar kedua di Amerika Serikat, Bethlehem Steel Corporation. Bahkan, Thomas Alva Edison pernah menyebut bahwa Schwab merupakan "penipu ulung" dimana dirinya terus mencari keunggulan dalam persaingan.
sumber: amazonaws.com
Suatu ketika di tahun 1918, Schwab membuat pertemuan dengan Ivy Lee, seorang konsultan produktivitas yang sangat disegani ketika itu. Hal ini dalam upayanya untuk meningkatkan efisiensi tim dan menemukan cara yang lebih baik dalam menyelesaikan suatu permasalahan di perusahaannya.
Perlu diketahui, Ivy Lee merupakan seorang pengusaha sukses. Bahkan, Lee dikenal sebagai pelopor dalam bidang hubungan masyarakat. Schwab mengundang Lee ke kantornya dan menyampaikan padanya, "tunjukkan padaku cara untuk menyelesaikan berbagai macam hal."
Tanpa berpikir panjang, Lee menimpal, "Beri aku 15 menit bersama dengan setiap eksekutif yang kamu miliki."
Schwab lantas bertanya, "Berapa harganya?"
"Tidak ada," kata Lee. "Kecuali itu bekerja. Setelah tiga bulan, Anda dapat mengirimkan saya cek untuk apa pun yang menurut Anda layak untuk Anda.”
Lalu, apa yang dilakukan oleh Ivy Lee selama 15 menit bersama para ekskutif dari Schwab? Bagaimana cara meningkatkan produktivitas dari Ivy Lee?

Metode Ivy Lee

Selama 15 menit dengan masing-masing eksekutif, Ivy Lee menjelaskan rutinitas hariannya yang sederhana untuk mencapai produktivitas puncak:
  1. Di akhir waktu selepas bekerja, Anda perlu menuliskan enam hal terpenting yang perlu diselesaikan hari esok. Tugas yang dituliskan tidak boleh lebih dari enam.
  2. Susun enam tugas tersebut dimulai dengan tugas yang paling diprioritaskan.
  3. Ketika Anda tiba di esoknya, cukup berkonsentrasi dulu hanya pada tugas pertama. Kerjakan sampai dengan selesai dan kemudian dilanjutkan ke tugas kedua.
  4. Lakukan hal yang sama untuk daftar berikutnya. Pada akhir hari, tugas yang belum diselesaikan dipindahkan ke dalam daftar baru enam tugas untuk hari berikutnya.
  5. Ulangi proses ini setiap hari Anda bekerja.
Strategi yang diutarakan oleh Ivy Lee terdengar begitu sederhana. Namun, Schwab dan timnya lantas mencoba. Setelah tiga bulan, Schwab melihat bahwa ada kemajuan yang dibuat perusahaannya. Schwab lantas memanggil Lee dan memberikan cek kepadanya seharga $ 25.000. Cek tersebut ditulis pada tahun 1918 dan bila dikonversi ke tahun sekarang, kurang lebih senilai $ 400.000 atau Rp 4.000.000.000 dalam kurs Rp 10.000,-/dollar.
Jika Anda melihat strategi ini, nampaknya begitu sederhana. Namun, mengapa sesuatu yang sederhana bisa menjadi begitu berharga? Hal apa yang lantas membuatnya begitu efektif?
potret Ivy Lee. sumber: www.prplace.com/
Tentang Mengelola Prioritas dengan Baik
Metode produktivitas Ivy Lee menggunakan banyak konsep dimana hal ini yang lantas membuatnya menjadi sangat efektif.

Cukup sederhana untuk benar-benar bekerja. 

Kritik utama dari metode di atas adalah bahwa hal ini tetrlalu mendasar. Hal ini terlihat tidak memperhitungkan sesuatu yang kompleks, seperti: apa yang terjadi jika tiba-tiba ada keadaan darurat yang muncul? Bagaimana mengadopsi metode tersebut dan disesuaikan dengan teknologi terbaru yang ada? Biasanya, kompleksitas seringkali menjadi suatu kelemahan karena membuat apa yang sudah direncanakan menjadi rancu untuk kembali ke jalur awal yang benar. Namun, ini kembali pada komitmen, bagaimana kita bisa mengabaikannya, atau tangani hal tersebut saat kita memang benar-benar harus turun tangan. Setelahnya, kita dapat kembali ke daftar tugas yang dapat diprioritaskan sesegera mungkin.

Ini memaksa Anda untuk membuat keputusan sulit. 

dictio.id

Satu-satunya hal terbaik yang harus dilakukan ketika Anda memiliki terlalu banyak ide (atau ketika Anda kewalahan oleh semua yang perlu Anda lakukan) adalah dengan kita meminimalisir atau memangkas ide-ide tersebut dan memangkas segala hal yang tidak mutlak diperlukan. Metode Lee mirip dengan metode dari Warren Buffet tentang Aturan 25-5 dimana mengharuskan Anda untuk fokus hanya pada 5 tugas penting dan mengabaikan yang lainnya. Ingat, jika Anda tidak berkomitmen terhadap apapun, Anda akan terganggu oleh segalanya.

Ini menghilangkan gesekan awal. 

www.maxmanroe.com
Memang, rintangan terbesar untuk menyelesaikan suatu tugas adalah memulainya. Metode yang digunakan Lee memaksa Anda untuk membuat suatu keputusan dimana tugas pertama merupakan hal yang prioritas untuk dikerjakan. Hal ini sangat bermanfaat terutama karena waktu saat Anda membuat prioritas adalah di malam sebelum Anda bekerja atau beraktivitas esok harinya. Sederhana, namun berhasil. Ingat, pada awalnya, memulai merupakan sesuatu yang sama pentingnya dengan berhasil sama sekali.

Ini mengharuskan Anda untuk melakukan satu tugas. 

goccteam.org
Masyarakat modern memang menyukai multi-tasking. Mitos ini berbicar abahwa sibuk itu dapat diidentikkan dengan menjadi lebih baik. Hal yang paling benar, sebenarnya adalah kebalikannya. Semakin sedikit prioritas akan mengarahka Anda pada pekerjaan yang lebih baik. Pelajari pakar kelas dunia di hampir semua bidang — atlet, artis, ilmuwan, guru, CEO — dan Anda akan menemukan satu karakteristik mengalir melalui semuanya: fokus. Alasannya sederhana. Anda tidak bisa menjadi hebat dalam satu tugas jika Anda terus membagi waktu Anda dengan sepuluh cara yang berbeda. Menguasai sesuatu memerlukan fokus dan konsistensi.

Refleksi.

Hal menarik dalam metode ini adalah bagaimana Anda untuk fokus pada satu hal dan tidak berpindah kepada hal lain sebelum Anda menyelesaikannya. Bila Anda seorang muslim, hal ini sangat selaras dengan isi dari surat Al-Insyirah ayat 7 [94:7].
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.So, when you have finished (your duties), then stand up (for worship).

Referensi.



  • https://jamesclear.com/ivy-lee
Semoga, artikel ini bermanfaat untuk Anda. Silahkan share bila bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar