Sebab Tangisan Bukanlah Perpisahan, Melainkan Permulaan - Berbagi Optimis

Terbaru

Search Bar

Selasa, 07 Agustus 2018

Sebab Tangisan Bukanlah Perpisahan, Melainkan Permulaan

Banyak orang menangisi perpisahan. Padahal, sebab tangisan bukanlah karena perpisahan, melainkan karena permulaan. Karena memang, bayaran untuk suatu permulaan adalah tangisan. Perpisahan hanyalah istilah lain dari permulaan yang baru.

Permulaan menggantikan masa sebelumnya, yang mungkin dilalui dengan begitu menyenangkan. Namun, hal hal baru selalu muncul dengan warna baru juga. Sehingga, tangisan adalah cara natural untuk berkenalan dengan itu semua, dengan hal yang baru. Sederhananya, tangisan adalah cara adaptasi yang paling mudah untuk menenangkan hati bertemu dengan suatu hal yang baru.

Lihat saja seorang bayi yang baru lahir, dirinya menangis. Karena, permulaan. Permulaan hadir di kehidupan dunia, menyapa dunia baru yang sesungguhnya berbeda dari dunia yang sebelumnya.



Sehingga, saat suasana yang ada menyebabkan kita untuk menangis, bisa jadi karena disanalah akan hadir suatu permulaan. Apapun itu. Bisa jadi, permulaan untuk berada dalam level kehidupan yang baru.

Maka dari itu, jangan pernah salahkan seseorang yang menangis. Bisa jadi, dirinya sedang beranjak untuk masuk kepada fase kehidupan yang lebih baru, atau bahkan lebih tinggi daripada kita.

**
"Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'." [QS. Al-Israa: 109].

“Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad.” [QS. Al Maa'idah : 83]

 ---
Rijal Muharram
*Bandung, 07 Agustus 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar